+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

UGM Gelar Pelatihan Aktivitas Kognitif pada Lansia di Tlogoadi untuk Perkuat Kader “Garda Eling” dan Tenaga Kesehatan Puskesmas Mlati II

FK-KMK UGM. Program Studi Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Pelatihan Aktivitas Kognitif pada Lansia sebagai rangkaian dari kegiatan Abdimas Terintegrasi 2026 yang bertajuk “Program Edukasi dan Perawatan Penderita Demensia: Pendekatan Komprehensif bagi Caregiver dan Tenaga Kesehatan” pada Jumat (2/5) di Tlogoadi, Sleman. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan penyakit neurodegeneratif di komunitas, khususnya demensia.

Kegiatan ini menghadirkan tim Divisi Neurobehavior Neurologi FKKMK UGM, yaitu Dr. dr. Astuti, Sp.N., Subsp.NGD(K), dr. Amelia Nur Vidyanti, PhD., Sp.N., Subsp.NGD(K), serta dr. Distya Nugrahening Pradhani, Sp.N., bersama para residen neurologi. Peserta yang terlibat terdiri atas calon kader “Garda Eling”, yaitu kader posyandu lansia di Desa Tlogoadi yang dilatih menjadi kader tanggap demensia dan tenaga kesehatan Puskesmas Mlati II. Materi disampaikan secara komprehensif meliputi pentingnya aktivitas kognitif di usia senior dan bagaimana cara melakukannya dilengkapi dengan praktik langsung.

Dalam pemaparannya, dr. Astuti menyampaikan bahwa Indonesia telah memasuki era aging population, dengan sekitar 12 persen populasi merupakan lansia. Jumlah ini bahkan telah melampaui populasi balita, sehingga meningkatkan urgensi kesiapan sistem kesehatan, termasuk penguatan peran caregiver dan tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan yang tepat dan berkelanjutan bagi penderita demensia.

Pada sesi simulasi, para kader kesehatan berkesempatan mempraktikkan secara langsung teknik stimulasi kognitif. Peserta tidak hanya berperan sebagai pelaksana, tetapi juga memperagakan diri sebagai instruktur yang memandu sesi simulasi. Dalam kegiatan ini, sebagian peserta berperan sebagai pasien, sehingga kader dapat melatih kemampuan komunikasi, memberikan instruksi yang tepat, serta menyusun respons dan umpan balik terhadap kondisi pasien secara realistis. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan kader dalam menerapkan stimulasi kognitif di lingkungan komunitas secara efektif.

Selain meningkatkan pemahaman praktis, kegiatan ini juga memperluas akses edukasi kesehatan berbasis komunitas yang inklusif dan aplikatif. Program ini menjadi bagian dari kontribusi nyata FK-KMK UGM dalam mendukung peningkatan kualitas hidup lansia serta penguatan layanan kesehatan di masyarakat.

Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan berbasis komunitas, SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan edukasi berbasis ilmu pengetahuan yang aplikatif, serta SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan melalui perluasan akses informasi dan layanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat komunitas.

 

Penulis: Natasha Yang

Editor: Distya Nugrahening Pradhani

Dokumentasi : Anggi Pratiwi