+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

UGM Gelar Pelatihan Perawatan dan Nutrisi Demensia di Tlogoadi, Perkuat Kolaborasi Layanan Berbasis Komunitas  

FK-KMK UGM. Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan kegiatan pelatihan masyarakat bertajuk “Pelatihan Perawatan Harian untuk Keluarga dan Manajemen Nutrisi Lanjutan” pada Sabtu, 25 April 2026, di Tlogoadi, Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Puskesmas Mlati II dan Kelurahan Tlogoadi sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, khususnya demensia.

Kegiatan ini diikuti oleh tenaga kesehatan Puskesmas Mlati II serta kader calon “Garda Eling”, yaitu kader terlatih untuk tanggap demensia, yang nantinya memiliki peran strategis dalam pendampingan pasien di tingkat komunitas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga dan masyarakat dalam memberikan perawatan yang optimal bagi orang dengan demensia (ODD), melalui pendekatan edukasi yang aplikatif dan berbasis kebutuhan lapangan.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai perawatan harian pasien demensia oleh Dr. Sri Mulyani, S.Kep., Ns., M.Ng. Ia menekankan bahwa perawatan pasien demensia tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada lingkungan dan pendekatan sehari-hari. “Lingkungan yang aman, rutinitas yang terstruktur, serta komunikasi yang tepat sangat membantu pasien tetap mandiri lebih lama dan mengurangi risiko komplikasi,” ujarnya.

Sesi berikutnya menghadirkan materi mengenai manajemen nutrisi lanjutan oleh Dr. Rio Jati Kusuma, S.Gz., M.S. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya pola makan sehat sebagai bagian dari upaya menjaga fungsi kognitif. “Intervensi nutrisi seperti diet MIND dapat membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif jika diterapkan secara konsisten. Kuncinya bukan perubahan drastis, tetapi kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus,” jelasnya.

 

Sebagai bentuk implementasi praktis, kegiatan dilanjutkan dengan sesi demonstrasi pembuatan makanan tradisional putu mayang yang dimodifikasi agar sesuai dengan kebutuhan nutrisi pasien demensia. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi makanan bergizi dengan penyesuaian tekstur dan kandungan nutrisi, sehingga tetap aman dan mudah dikonsumsi oleh pasien. Pendekatan ini sekaligus memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung kesehatan masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, khususnya pada sesi praktik dan diskusi interaktif. Keterlibatan aktif kader kesehatan menunjukkan besarnya kebutuhan edukasi kesehatan berbasis komunitas, terutama dalam menghadapi peningkatan jumlah lansia dengan gangguan neurologis di Indonesia.

Kegiatan ini juga mencerminkan kontribusi nyata FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya peningkatan kualitas hidup pasien demensia melalui edukasi perawatan dan penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Pemberian pelatihan berbasis ilmu pengetahuan kepada keluarga, tenaga kesehatan, dan kader masyarakat mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas, sementara kolaborasi antara institusi akademik, fasilitas layanan kesehatan primer, dan pemerintah lokal menjadi wujud nyata SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan bagi kelompok rentan, khususnya lansia dengan demensia (SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan), serta mendukung pemenuhan nutrisi yang adekuat melalui edukasi diet dan pemanfaatan pangan lokal (SDG 2: Tanpa Kelaparan).

Melalui kegiatan ini, Departemen Neurologi FK-KMK UGM menegaskan komitmennya dalam mengembangkan program pengabdian masyarakat yang berdampak nyata dan berkelanjutan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus diperluas untuk memperkuat sistem perawatan berbasis keluarga dan meningkatkan kualitas hidup pasien demensia di masyarakat.

 

Penulis: Rafi Zaki Arrizqi

Editor: Distya Nugrahening Pradhani

Dokumentasi : Wicesa Nugraha, Ahmad Fathoni