FK-KMK UGM. Program Studi Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali mencatatkan capaian membanggakan melalui salah satu alumninya, Mayor Kes dr. Budhi Febrian Purwo Jatmiko, Sp.N., AIFO-K, yang resmi mengemban amanah sebagai Kepala RSAU dr. Abdul Malik Lanud Soewondo, Medan. Sosok yang akrab disapa dr. Feb ini dikenal sebagai figur dengan dedikasi tinggi dalam pelayanan kesehatan militer dan pengembangan layanan neurologi.
Perjalanan dr. Feb tidak dibangun secara instan. Sejak masa sekolah di Wonogiri, ia telah menunjukkan ketekunan dan konsistensi dalam menempuh pendidikan, bahkan meraih predikat sebagai siswa teladan tingkat kabupaten. Capaian tersebut menjadi pijakan awal untuk melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada tahun 2003, sekaligus membuka jalan menuju dunia kedokteran yang kemudian menjadi ladang pengabdiannya.
Keputusan untuk bergabung dengan TNI melalui program Perwira Prajurit Karier menjadi titik balik penting dalam perjalanan profesionalnya. Baginya, profesi dokter tidak hanya berorientasi pada praktik klinis, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. “Menjadi dokter di lingkungan militer memberikan saya kesempatan untuk mengintegrasikan kompetensi medis dengan nilai disiplin, kepemimpinan, dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Kariernya sebagai dokter umum dimulai pada tahun 2010 dengan berbagai penugasan di lingkungan TNI Angkatan Udara. Ia pernah bertugas di Klinik Kesehatan Kosekhanudnas IV Biak, kemudian melanjutkan pengabdian di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta serta Skadron Pendidikan 102 Lanud Adisutjipto, hingga terlibat dalam pelayanan kegawatdaruratan di RSAU dr. S. Hardjolukito. Beragam pengalaman tersebut membentuk fondasi klinis yang kuat sekaligus memperluas perspektifnya dalam menghadapi tantangan sistem pelayanan kesehatan di berbagai kondisi.

Pengalaman kepemimpinannya semakin terasah melalui berbagai penugasan nasional dan internasional. dr. Feb pernah berperan sebagai kepala seksi kesehatan untuk Jupiter Aerobatic Team pada ajang internasional di Malaysia dan Singapore Airshow, serta menjadi delegasi perwira muda TNI AU dalam forum kesehatan militer tingkat regional ASEAN. Keterlibatan ini tidak hanya memperluas jejaring profesional, tetapi juga memperkaya wawasan global dalam pengelolaan layanan kesehatan militer.
Ketertarikan dr. Feb terhadap bidang neurologi berkembang seiring pengalaman klinisnya. Ia menilai bahwa gangguan neurologis memiliki dampak jangka panjang yang signifikan terhadap kualitas hidup pasien dan keluarganya. “Neurologi mengajarkan kita bahwa dampak penyakit tidak berhenti pada pasien, tetapi juga pada keluarga dan sistem pendukungnya. Karena itu, pendekatan yang komprehensif menjadi sangat penting,” jelasnya.
Dorongan tersebut membawanya melanjutkan pendidikan spesialis neurologi di FK-KMK UGM pada tahun 2019. Masa pendidikan ini dijalaninya di tengah tantangan pandemi COVID-19, namun tetap aktif berkontribusi dalam pelayanan dan penelitian, termasuk studi terkait probiotik di RSAU dr. S. Hardjolukito. Minatnya dalam bidang neuroimunologi juga menjadi fokus pengembangan keilmuan, mencerminkan komitmennya terhadap praktik kedokteran berbasis bukti dan inovasi ilmiah.
Setelah menyelesaikan pendidikan spesialis pada tahun 2023, dr. Feb melanjutkan pengabdian sebagai dokter spesialis neurologi di RSAU dr. Mohammad Sutomo Lanud Supadio, Kalimantan Barat. Di sana, ia tidak hanya berperan sebagai klinisi, tetapi juga turut mengembangkan layanan neurologi yang semakin dirasakan manfaatnya oleh pasien. Dedikasi dan kontribusinya tersebut mendapat apresiasi dari pimpinan, hingga akhirnya ia dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala RSAU dr. Abdul Malik Medan.
Dalam perannya yang baru, dr. Feb menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan pengembangan layanan kesehatan yang berkualitas. “Saya akan berupaya melanjutkan fondasi yang telah dibangun sebelumnya agar rumah sakit ini dapat memberikan manfaat seluas mungkin bagi masyarakat dan prajurit,” ujarnya.
Kisah dr. Feb menjadi cerminan kontribusi nyata alumni Neurologi FK-KMK UGM dalam berbagai lini pengabdian, termasuk dalam kepemimpinan layanan kesehatan. Perjalanannya menunjukkan bahwa dengan komitmen, kerja keras, dan semangat belajar berkelanjutan, seorang dokter dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat dan institusi.
Capaian ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi dr. Feb dalam pelayanan neurologi dan kepemimpinan rumah sakit mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Perjalanan pendidikannya mencerminkan pentingnya akses terhadap pendidikan berkualitas dalam membentuk tenaga kesehatan yang kompeten (SDG 4: Pendidikan Berkualitas). Pengabdiannya di berbagai wilayah Indonesia turut berperan dalam mengurangi kesenjangan akses layanan kesehatan (SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan), sementara perannya dalam institusi TNI dan manajemen rumah sakit berkontribusi dalam penguatan institusi pelayanan publik yang profesional dan akuntabel (SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh).
Penulis : Muhammad Rafi Syahputra
Editor : Distya Nugrahening Pradhani
Dokumentasi : Muhammad Rafi Syahputra