FK-KMK UGM. Partisipasi aktif residen Program Studi Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) dalam ajang Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni) 2026 di Makassar menjadi wujud komitmen institusi dalam mendukung penguatan riset dan pengembangan ilmu neurologi di Indonesia.

Dalam forum ilmiah nasional tersebut, para residen Neurologi UGM berpartisipasi melalui presentasi oral maupun poster ilmiah yang membahas berbagai temuan dan pengalaman klinis di bidang neurologi. Ridho Pambudi tampil dalam sesi presentasi oral, sementara Hapsari Kartika D. mempresentasikan hasil penelitiannya melalui sesi poster ilmiah. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses diseminasi ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat budaya akademik berbasis riset di lingkungan pendidikan dokter spesialis.
Hapsari menyampaikan bahwa pengalaman mengikuti forum ilmiah nasional memberikan perspektif baru mengenai makna pendidikan spesialis. “Mewakili Neurologi FK-KMK UGM menyadarkan saya bahwa residensi bukan sekadar penguasaan ilmu, tetapi juga keberanian untuk berinovasi dan bertumbuh secara personal. Semoga pengalaman ini dapat memotivasi residen lain untuk terus berkarya dan berani menghadapi tantangan akademik,” ujarnya.
Selain sesi presentasi utama, keterlibatan M. Basroni, M. Jahari Supianto, dan Nerissa Arviana dalam sesi poster viewing turut memperkuat pertukaran pengetahuan antar residen dan peneliti neurologi dari berbagai institusi. Diskusi yang berlangsung selama sesi tersebut menjadi ruang kolaborasi ilmiah untuk berbagi pengalaman klinis, pendekatan tata laksana, hingga pengembangan ide penelitian di bidang penyakit saraf.
Menurut Jahari, forum ilmiah seperti PIN Perdosni memberikan kesempatan penting untuk memperluas wawasan dan jejaring akademik. “Kami tidak hanya membahas teori, tetapi juga berbagi pendekatan praktis dalam tata laksana penyakit saraf. Forum seperti ini menjadi langkah penting agar pembaruan ilmu kedokteran dapat tersebar lebih luas dan merata,” jelasnya.

Keikutsertaan residen dalam kegiatan ilmiah nasional menunjukkan bahwa pendidikan neurologi tidak hanya berfokus pada pelayanan klinis, tetapi juga pada penguatan kapasitas penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan ini, para residen didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, analisis ilmiah, serta kemampuan menyampaikan hasil penelitian secara sistematis kepada komunitas akademik yang lebih luas.
Partisipasi ini sekaligus mencerminkan kontribusi FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Diseminasi hasil penelitian dan penguatan kapasitas riset kesehatan mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya dalam pengembangan inovasi untuk peningkatan kualitas layanan kesehatan. Keterlibatan aktif residen dalam forum ilmiah nasional juga menjadi bagian dari implementasi SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran sepanjang hayat dan penguatan budaya akademik berbasis penelitian. Selain itu, kolaborasi antarpeneliti dan institusi dalam forum ilmiah nasional mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam membangun jejaring keilmuan untuk menjawab tantangan kesehatan di masa depan.
Melalui partisipasi dalam PIN Perdosni 2026, residen Neurologi FK-KMK UGM menunjukkan peran strategis sebagai calon spesialis yang tidak hanya berkontribusi dalam pelayanan pasien, tetapi juga sebagai agen pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi kesehatan berbasis riset.
Penulis: Nerissa Arviana
Editor: Distya Nugrahening Pradhani
Dokumentasi: Ridho Pambudi