+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Residen Neurologi UGM Tampilkan Karya Ilmiah di JakNEWS 2026, Perkuat Kompetensi dan Jejaring Akademik

FK-KMK UGM. Residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menunjukkan kiprah akademiknya dalam ajang Jakarta Neurology Exhibition Workshop and Symposium (JakNEWS) 2026. Melalui partisipasi sebagai presenter ilmiah dan peserta diskusi kasus interaktif, residen Neurologi UGM turut berkontribusi dalam pertukaran pengetahuan dan pengembangan ilmu neurologi di tingkat nasional.

JakNEWS merupakan salah satu forum ilmiah neurologi di Indonesia yang diselenggarakan oleh Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (Perdosni). Pada penyelenggaraan ke-13 tahun ini, JakNEWS mengusung tema “Brain, Breakthroughs, Beyond” yang menyoroti berbagai inovasi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tantangan masa depan dalam pelayanan neurologi.

Kegiatan yang berlangsung pada 23–24 Mei 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, tersebut menghadirkan berbagai sesi ilmiah, mulai dari plenary lecture, simposium paralel, presentasi penelitian, kompetisi Brain Bee, hingga interactive case discussion yang melibatkan pakar neurologi nasional dan internasional.

Dalam forum tersebut, dua residen Neurologi UGM, dr. Natasha Yang dan dr. Dwi Ayu Lestari, berpartisipasi sebagai oral presenter untuk kategori laporan kasus dan penelitian ilmiah. Keduanya juga mengikuti sesi interactive case discussion yang menjadi salah satu agenda penting dalam simposium.

Partisipasi ini tidak hanya menjadi sarana diseminasi hasil penelitian dan pengalaman klinis, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jejaring akademik serta meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan neurologi yang kompleks.

Natasha Yang menilai bahwa JakNEWS memberikan pengalaman akademik berharga bagi peserta didik neurologi. “Kami tidak hanya mendapatkan pembaruan ilmu mengenai perkembangan neurologi terkini, tetapi juga berkesempatan berdiskusi langsung dengan para pakar. Pengalaman ini sangat memotivasi kami untuk terus berkembang, baik dalam penelitian maupun praktik klinis,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Dwi Ayu Lestari mengungkapkan bahwa sesi interactive case discussion menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut.

“Diskusi kasus interaktif memberikan sudut pandang klinis yang sangat luas. Kami dapat melihat bagaimana para ahli menyusun pendekatan diagnosis dan tata laksana secara sistematis berdasarkan bukti ilmiah dan pengalaman klinis. Pengalaman ini sangat bermanfaat untuk praktik sehari-hari maupun pengembangan akademik ke depan,” tuturnya.

Keikutsertaan residen Neurologi UGM dalam JakNEWS 2026 mencerminkan komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran spesialis yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Keterlibatan aktif dalam forum ilmiah nasional juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya akademik yang mendorong pembelajaran sepanjang hayat serta kolaborasi lintas institusi.

Partisipasi ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pendidikan berkelanjutan dan pertukaran ilmu pengetahuan sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Di sisi lain, penguatan kapasitas klinis dan akademik di bidang neurologi berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berbasis bukti, selaras dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Forum ilmiah yang mempertemukan peserta dari berbagai institusi juga mencerminkan semangat kolaborasi dalam pengembangan ilmu kesehatan sebagaimana diamanatkan dalam SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui partisipasi aktif dalam JakNEWS 2026, residen Neurologi FK-KMK UGM kembali menunjukkan bahwa pendidikan spesialis tidak hanya berfokus pada pelayanan klinis, tetapi juga pada pengembangan riset, jejaring akademik, dan inovasi yang berkelanjutan untuk mendukung kemajuan layanan neurologi di Indonesia.

 

Penulis: Rafi Zaki Arrizqi

Editor: Distya Nugrahening Pradhani

Dokumentasi: Distya Nugrahening Pradhani