“Jogja Clan XV: Workshop ENMG Tekankan Diagnosis Presisi Penyakit Neuromuskular”
Yogyakarta, 5 September 2025 – Jogja Clan (Jogja Clinical Application of Neuroscience) XV kembali digelar pada 5 – 7 September 2025 di Royal Ambarrukmo Hotel, Yogyakarta dengan mengusung tema besar “Shaping the Future of Neurology through Precision Medicine”. Sebagai agenda ilmiah tahunan yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi (PERDOSNI) Cabang Yogyakarta, Jogja Clan menjadi wadah penting bagi akademisi dan klinisi neurologi untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan.
Pada edisi ke-15 ini, salah satu agenda utamanya adalah Workshop ENMG (Eelektroneuromiografi) dengan topik “Mastering ENMG Interpretation: When ENMG Makes Diagnosis”. Acara ini menghadirkan para pakar neuromuskular Indonesia untuk membahas berbagai aspek pemeriksaan elektrodiagnostik, dari teori hingga praktik langsung. Fokus utamanya adalah memperkuat kemampuan diagnosis presisi dalam menangani berbagai penyakit neuromuskular.
Workshop ini menghadirkan lima sesi utama, yaitu:
- Basic ENMG: Diagnostic Parameters and Errors in ENMG oleh dr. Indra Sari Kusuma Harahap, Ph.D., Sp.N., Subsp. ENK(K), mengupas tuntas sejarah ENMG, prinsip dasar pemeriksaan, parameter utama pada pemeriksaan ENMG, yaitu CMAP (Compound Muscle Action Potential) dan SNAP (Sensory Nerve Action Potential), serta sumber kesalahan teknis dalam interpretasi hasil perekaman ENMG.
- ENMG: How to Diagnose HNP Lumbal and Piriformis Syndrome? oleh dr. Yudiyanta, Sp.N., Subsp. NNK(K), yang menjelaskan peran ENMG dalam diagnosis HNP (Hernia Nucleus Pulposus) lumbal dan sindrom piriformis dengan pendekatan diferensial berbasis pola konduksi.
- ENMG: How to Diagnose Guillain-Barré Syndrome (GBS) and Diabetic Polyneuropathy? oleh dr. Yudiyanta, Sp.N., Subsp. NNK(K), yang menerangkan tentang perbandingan neuropati aksonal dan demielinasi serta menekankan pentingnya ENMG dalam deteksi dini GBS dan neuropati diabetik.
- Needle EMG (Electromyography): How to Diagnose the Neurogenic and Myogenic Lesion, oleh dr. Fadil, Sp.N., Subsp. EN(K)(K), yang memaparkan teknik EMG (elektromiografi) jarum, analisis MUAP (motor unit action potentials), pola rekruitmen unit motoris saraf, serta cara membedakan lesi neurogenik dan miogenik.
- Repetitive Nerve Stimulation (RNS): How to Diagnose Myasthenia Gravis (MG) and Lambert-Eaton Myasthenic Syndrome (LEMS)? oleh Dr. dr. Ahmad Asmedi, M.Kes., Sp.N., Subsp. ENK(K), yang membahas peran RNS dalam menilai transmisi neuromuskular dengan aplikasi klinis pada MG dan LEMS.
Selain sesi paparan ilmiah oleh pemateri ahli, peserta juga mengikuti hands-on workshop, mencakup pemeriksaan HNP lumbal & sindrom piriformis, GBS & neuropati diabetik, RNS pada gangguan NMJ (neuromuscular junctions), serta needle EMG.
Workshop ini sejalan dengan pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs):
- SDG 3: Good Health and Well-being, dengan memperkuat diagnosis dini dan penatalaksanaan penyakit neuromuskular, meningkatkan kualitas hidup pasien.
- SDG 4: Quality Education, dengan menjadi bagian dari pendidikan kedokteran berkelanjutan (continuing medical education/CME) yang meningkatkan kapasitas SDM kesehatan.
- SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, dengan mendorong penerapan teknologi elektrodiagnostik modern dalam pelayanan kesehatan.
- SDG 17: Partnerships for the Goals, dengan mempererat jejaring kolaborasi antar akademisi, rumah sakit, dan komunitas medis.
Melalui Workshop ENMG, Jogja Clan XV menegaskan perannya sebagai forum ilmiah yang tidak hanya menyajikan perkembangan terkini di bidang neurologi, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan precision medicine di Indonesia. Dengan keterampilan interpretasi ENMG yang lebih baik, para peserta diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih presisi, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis : Muhammad Rafisyah Putra
Editor : Mawaddah Ar Rochmah
Dokumentasi : Nur Fajri Rahmi