+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Edukasi Gangguan Otot dan Saraf di Kampung Batik: Upaya Departemen Neurologi FKKMK UGM Mendukung Kesehatan Pengrajin Lokal

Dalam rangka kegiatan Pengabdian Masyarakat FK-KMK UGM, Departemen Neurologi, Ilmu Kesehatan Mata dan Ilmu Kesehatan Jiwa FK-KMK UGM menyelenggarakan penyuluhan kesehatan bagi para pengrajin batik pada Minggu, 14 Juni 2026, pukul 09.00–13.00 WIB, di Kampung Batik Giriloyo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pembatik mengenai Penyakit Akibat Kerja (PAK), khususnya gangguan otot dan saraf yang berisiko muncul akibat aktivitas membatik yang dilakukan secara berulang dalam posisi kerja yang kurang ergonomis.

Sebagai salah satu sentra batik tulis yang mempertahankan tradisi secara turun-temurun, Kampung Batik Giriloyo menjadi tempat bagi para perajin yang setiap harinya melakukan aktivitas membatik dengan gerakan berulang dan posisi duduk yang relatif tetap. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya berbagai keluhan muskuloskeletal dan neurologis yang dapat memengaruhi kualitas hidup maupun produktivitas kerja para pembatik.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Departemen Neurologi FK-KMK UGM memberikan edukasi mengenai beberapa gangguan yang sering ditemukan pada pembatik, seperti nyeri leher (neck pain), low back pain (LBP), dan carpal tunnel syndrome (CTS). Materi disampaikan oleh Dr. dr. Cempaka Thursina Srie Setyaningrum, Sp.N.Subsp.Ped(K), yang menjelaskan mengenai faktor risiko, gejala, penanganan, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.

Selain penyuluhan, peserta juga diajak melakukan senam ringan yang dapat dilakukan di sela-sela proses membatik. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi ketegangan otot, memperbaiki postur tubuh, serta menurunkan risiko gangguan saraf akibat aktivitas yang dilakukan secara berulang dalam jangka panjang.

Salah satu panitia kegiatan, dr. Anggi Pratiwi, menyampaikan bahwa edukasi kesehatan kerja memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan para pembatik sekaligus mendukung keberlanjutan industri batik tulis. “Kegiatan ini berkontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pembatik mengenai Penyakit Akibat Kerja yang berisiko muncul akibat aktivitas membatik yang dilakukan secara berulang dan dalam posisi kerja tertentu. Edukasi yang disertai pelatihan senam diharapkan mampu menjadi strategi preventif dalam mengurangi risiko terjadinya neck pain, low back pain, dan carpal tunnel syndrome,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa para peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini terhadap keluhan gangguan otot dan saraf. “Dengan mengenali gejala sejak awal, pemeriksaan dan penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Keberlanjutan program serupa diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang lebih sehat, meningkatkan produktivitas, serta memperbaiki kualitas hidup para pembatik,” tambahnya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa upaya pelestarian budaya perlu berjalan beriringan dengan perlindungan kesehatan para pelakunya. Dengan menjaga kesehatan para pembatik, keberlangsungan industri batik tulis sebagai warisan budaya bangsa juga dapat terus dipertahankan dan dikembangkan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Edukasi mengenai pencegahan gangguan otot dan saraf serta promosi kesehatan kerja berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat (SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif bagi para pembatik mendukung terwujudnya pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan (SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Selain itu, pelestarian komunitas batik sebagai bagian dari warisan budaya lokal juga sejalan dengan SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

 

Penulis : Muhammad Rafi Syahputra
Editor : dr. Alfian Rismawan, Sp.N
Dokumentasi : Departemen Neurologi