+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Sinergi Kemitraan dan Inovasi: Pendampingan Teknis Pengembangan Sel Punca RSUP Dr. Sardjito Mendukung Target SDGs Kesehatan Global

Yogyakarta, 11 Desember 2025 – Pada hari ini, RSUP Dr. Sardjito sebagai salah satu teaching hospital dan pusat rujukan nasional utama, telah menyelenggarakan kegiatan “Pendampingan Teknis Pengembangan Sel, Sel Punca, dan Produk Metabolitnya” bersama Direktorat Pengembangan Pelayanan Kesehatan Rujukan, Kementerian Kesehatan RI. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen evaluasi strategis, tetapi juga merupakan bukti nyata komitmen Indonesia dalam memajukan terapi medis mutakhir yang berkelanjutan dan inklusif, yang selaras dengan cita-cita Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam sambutannya yang disampaikan oleh Direktur Medis dan Keperawatan mewakili Direktur Utama, RSUP Dr. Sardjito menegaskan posisinya sebagai pionir dalam aplikasi klinis dan riset sel punca (stem cell) di Indonesia. Kegiatan pendampingan ini dihadiri oleh seluruh jajaran pimpinan rumah sakit serta para pakar multidisiplin dari Tim Sel Punca RSUP Dr. Sardjito yang diketuai oleh dr. Rusdy Ghazali Malueka, Ph.D., Sp.N., Subsp.N-Onk(K).

Hasil evaluasi dari tim Direktorat menyimpulkan bahwa layanan dan pengembangan sel punca di RSUP Dr. Sardjito dinilai “memenuhi standar, sangat lengkap, dan dapat menjadi percontohan untuk center lain”. Penilaian ini mencakup aspek tata kelola, kerangka regulasi berdasarkan Permenkes No. 32/2018, fasilitas pendukung seperti Poliklinik Sel Punca, sistem penyimpanan (storage), hingga kemitraan dengan laboratorium bersertifikat CPOB (Regenic dan ProSTEM). Selain itu, kesiapan pembangunan Laboratorium Sel Punca mandiri di Gedung Central Medical Unit (CMU) juga mendapat apresiasi sebagai langkah strategis menuju kemandirian dan keberlanjutan.

Pengembangan layanan sel punca di RSUP Dr. Sardjito memberikan dampak nyata terhadap pencapaian SDGs. Terutama terhadap SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), layanan ini secara langsung mendukung Target 3.4 dengan menangani penyakit degeneratif dan kronis seperti osteoartritis, stroke, dan cidera tulang belakang, sehingga mengurangi beban disabilitas dan meningkatkan kualitas hidup. Keberadaannya di rumah sakit pemerintah juga menjadi fondasi menuju Target 3.8 mengenai cakupan kesehatan universal (Universal Health Care/UHC), dengan harapan terapi ini dapat terjangkau dan terintegrasi dalam sistem JKN di masa depan.

Di sisi infrastruktur dan inovasi, pembangunan laboratorium sel punca mandiri merupakan realisasi dari SDG 9. Ini menandai kemandirian nasional dalam produksi terapi berstandar tinggi, mengurangi ketergantungan impor, dan mendorong industri kesehatan berbasis bukti.

Keberhasilan ini ditopang oleh kolaborasi kuat sebagaimana tercermin dalam SDG 17. Kegiatan pendampingan melibatkan sinergi antara Kementerian Kesehatan, RSUP Dr. Sardjito, dan UGM, sebuah kemitraan yang mempercepat alih pengetahuan, standarisasi, dan perluasan layanan unggulan.

Sebagai bagian dari FKKMK UGM, keberhasilan klinis ini bersumber dari puluhan penelitian aktif, termasuk di bidang neurologi. Riset-riset ini tidak hanya mendukung layanan berbasis bukti, tetapi juga menjadi materi pendidikan bagi calon dokter, menciptakan siklus berkelanjutan antara inovasi, penerapan, dan pembelajaran.

Pendampingan teknis ini telah mengukuhkan bahwa pengembangan sel punca di RSUP Dr. Sardjito sejalan dengan standar nasional dan agenda global. Apresiasi dari Kemenkes memotivasi tim untuk terus berinovasi. Kedepan, integrasi layanan, riset translasional, dan pendidikan akan kian diperkuat, tidak hanya untuk mengobati, tetapi memulihkan, meningkatkan kualitas hidup, dan berkontribusi pada masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.

 

Penulis: Halwan Fuad Bayuangga

Editor: Distya Nugrahening Pradhani

Dokumentasi: Halwan Fuad Bayuangga