+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Dosen Neurologi UGM Paparkan Strategi Diagnosis Alzheimer yang Lebih Aksesibel di Forum Internasional Singapura

Yogyakarta, 7 Desember 2025 — Komitmen Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada dalam menjawab tantangan global penyakit neurodegeneratif kembali ditunjukkan melalui partisipasi aktif staf pengajarnya di forum ilmiah internasional. dr. Amelia Nur Vidyanti, Ph.D., Sp.N.Subsp.NGD(K), tampil sebagai pembicara dalam Singapore International SEACURE+ Neurocognition Symposium 2025, sebuah simposium bergengsi yang mempertemukan para pakar gangguan kognitif dan demensia dari berbagai negara.

Dalam forum tersebut, dr. Amelia mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Diagnostic Accuracy of Plasma Aβ42, pTau-181, and MoCA Score as Composite Index for Alzheimer’s Disease in Resource-Limited Settings”. Penelitian ini menyoroti pendekatan inovatif dalam meningkatkan akurasi diagnosis penyakit Alzheimer dengan memanfaatkan kombinasi biomarker plasma yang relatif mudah diperoleh—Aβ42 dan p-tau181—bersama dengan Montreal Cognitive Assessment (MoCA), suatu alat skrining kognitif sederhana yang telah luas digunakan di layanan klinis.

Pendekatan ini berangkat dari tantangan nyata di lapangan, khususnya di negara berkembang dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya kesehatan. Metode diagnosis baku Alzheimer, seperti positron emission tomography (PET) scan atau analisis cairan serebrospinal, sering kali sulit diakses karena keterbatasan fasilitas, biaya tinggi, dan kebutuhan sumber daya manusia khusus. Melalui penelitian ini, dr. Amelia menunjukkan bahwa indeks komposit berbasis biomarker plasma dan pemeriksaan kognitif sederhana memiliki potensi akurasi diagnostik yang menjanjikan, sekaligus lebih praktis dan aplikatif untuk digunakan secara luas.

Temuan ini membuka peluang penting bagi pengembangan protokol diagnosis Alzheimer yang lebih terjangkau dan kontekstual, sehingga dapat diimplementasikan tidak hanya di pusat layanan tersier, tetapi juga di rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas. Dengan diagnosis yang lebih dini dan akurat, intervensi klinis serta perencanaan perawatan jangka panjang dapat dilakukan lebih optimal, berdampak langsung pada kualitas hidup pasien dan keluarga.

Kontribusi ilmiah ini juga mencerminkan peran aktif Departemen Neurologi FK-KMK UGM dalam mendorong solusi berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat global, sekaligus selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan.

Pelaksanaan dan diseminasi hasil penelitian ini berkontribusi pada pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  1. SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik (Good Health and Well-Being)
    Penelitian ini mendukung Target 3.4 melalui upaya pencegahan dan penanganan penyakit tidak menular, khususnya demensia Alzheimer. Diagnosis dini dan akurat merupakan langkah krusial untuk memulai tata laksana komprehensif, memperlambat progresivitas penyakit, serta meningkatkan kualitas hidup pasien dan pendampingnya.
  2. SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)
    Dengan mengembangkan metode diagnosis yang lebih terjangkau dan mudah diimplementasikan, penelitian ini berkontribusi pada pengurangan kesenjangan akses layanan kesehatan, khususnya kesenjangan diagnostik antara pusat rujukan dan daerah dengan sumber daya terbatas. Pendekatan ini mendorong prinsip health equity, memastikan bahwa populasi lanjut usia di berbagai wilayah memiliki kesempatan yang setara untuk memperoleh diagnosis bermutu.
  3. SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
    Partisipasi dalam simposium internasional ini mencerminkan penguatan jejaring kolaborasi global dalam bidang neurosains dan neurokognitif. Pertukaran pengetahuan lintas negara dan institusi menjadi fondasi penting dalam pengembangan riset yang relevan secara global namun tetap kontekstual terhadap kebutuhan lokal.

Keikutsertaan dr. Amelia dalam Singapore International SEACURE+ Neurocognition Symposium 2025 menjadi kebanggaan bagi sivitas akademika FKKMK UGM, khususnya Departemen Neurologi. Lebih dari sekadar capaian akademik, kontribusi ini menegaskan komitmen Neurologi UGM dalam menghasilkan inovasi ilmiah yang inklusif, aplikatif, dan berorientasi pada pemerataan layanan kesehatan. Melalui riset yang berpijak pada realitas lapangan, UGM terus berupaya menghadirkan solusi berdampak luas bagi kesehatan masyarakat dan kemanusiaan.

 

Penulis: Halwan Fuad Bayuangga

Editor: Bardatin Lutfi Aifa

Dokumentasi: Amelia Nur Vidyanti