Yogyakarta, 22 Desember 2025 – Suasana khidmat dan penuh warna menyelimuti Halaman Depan Gedung Instalasi Rawat Jalan RSUP Dr. Sardjito pada pagi hari Senin (22/12). Para pimpinan, staf, residen, dan perwakilan dari setiap unit kerja berkumpul dengan mengenakan Pakaian Adat Jawa (Kamis Pon) dalam Upacara Peringatan Hari Ibu ke-97. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 07.00 WIB ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan deklarasi komitmen kolektif institusi terhadap pemberdayaan perempuan, selaras dengan tema nasional “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”.
Upacara bendera berlangsung tertib dan khidmat, diikuti oleh seluruh peserta. Tema yang diangkat menjadi inti pidato dalam upacara, menegaskan bahwa perjuangan perempuan masa kini adalah tentang pengakuan atas kapasitas, kontribusi pemikiran, dan kepemimpinan dalam semua lini, termasuk di dunia kesehatan, pendidikan, dan penelitian yang menjadi ranah utama RSUP Dr. Sardjito dan FKKMK UGM. Kegiatan ini memiliki resonansi yang kuat dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yang juga menjadi pedoman dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Tema sentral “Perempuan Berdaya dan Berkarya” adalah esensi dari SDG 5: Mencapai Kesetaraan Gender dan Memberdayakan Semua Perempuan. Kegiatan ini berfungsi sebagai pengingat dan motivasi bagi seluruh institusi untuk terus menciptakan lingkungan kerja dan belajar yang inklusif, adil, serta mendukung kepemimpinan perempuan. Di lingkungan Departemen Neurologi dan RSUP Dr. Sardjito, pemberdayaan ini tercermin dari semakin banyaknya dokter perempuan, neurolog, peneliti, dan tenaga kesehatan ahli yang mengambil peran strategis, serta kebijakan yang mendukung kesetaraan kesempatan.
Peringatan Hari Ibu di rumah sakit pendidikan terbesar di Yogyakarta ini mengingatkan kita bahwa banyak pahlawan kesehatan di garis depan adalah perempuan: sebagai dokter, perawat, peneliti, dan tenaga administratif pendukung. Kontribusi mereka langsung berdampak pada pencapaian SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Semangat Hari Ibu juga mengajak refleksi tentang kesehatan ibu dan anak, yang menjadi bagian integral dari kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran perwakilan residen dari berbagai program studi dalam upacara merupakan simbolisasi bahwa institusi ini tidak hanya memberdayakan perempuan sebagai pekerja kesehatan, tetapi juga sebagai pendidik dan pembelajar sepanjang hayat. Memberikan pendidikan neurologi dan kedokteran yang berkualitas dan setara bagi semua gender adalah investasi untuk masa depan Indonesia Emas 2045.
Selain itu, kegiatan yang melibatkan perwakilan dari setiap unit kerja dan program studi mencerminkan semangat kemitraan dan kolaborasi. Mewujudkan kesetaraan dan pemberdayaan memerlukan kerja sama semua pihak, mulai dari level administrasi, klinisi, pendidik, hingga peneliti. Sinergi ini adalah fondasi untuk mencapai target-target SDGs lainnya.
Peringatan Hari Ibu ke-97 di RSUP Dr. Sardjito lebih dari sekadar mengenang sejarah. Ini adalah momen untuk mengukur sejauh mana lingkungan kita telah menjadi tempat yang memberdayakan, serta merancang langkah konkret ke depan. Sebagai bagian dari FKKMK UGM, komitmen pada nilai-nilai kesetaraan dan keadilan gender harus terus diwujudkan dalam kebijakan rekrutmen, pengembangan karir, kepemimpinan, serta dalam setiap aspek pelayanan, pendidikan, dan penelitian.
Dengan semangat “Kamis Pon” yang mengedepankan nilai-nilai keluhuran budaya Jawa, dan semangat Hari Ibu yang universal, RSUP Dr. Sardjito dan FKKMK UGM, khususnya Departemen Neurologi, terus berkomitmen menciptakan lingkungan di mana setiap individu, tanpa memandang gender, dapat berkembang optimal, berkarya nyata, dan bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, dan berkeadilan.
Penulis: Halwan Fuad Bayuangga
Editor: Distya Nugrahening Pradhani
Dokumentasi: Hikmah Nur Agustina