+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Webinar CRISPY Sardjito Series 3: Penguatan Basis Data dan Penelitian Klinis di Bidang Pediatri dan Neurologi

Sleman, 12 Desember 2025 – Dalam rangka memperkuat budaya penelitian berbasis data dan memperbarui wawasan klinis terkini, RSUP Dr. Sardjito melalui platform Clinical Research Information Sharing Platform Sardjito Yogyakarta (CRISPY) kembali menyelenggarakan webinar seri ketiga. Acara yang diselenggarakan secara daring melalui media Zoom dengan total durasi dua jam ini mengangkat dua topik strategis: “Epilepsy in Children: Latest Updates” dan “Stroke Registry as a Database for Stroke Research in RS Sardjito”. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah diseminasi pengetahuan, tetapi juga mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) WHO, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan berkualitas.

Webinar dibuka dengan sambutan oleh dr. Amalia Rani S., M.Gz, bertindak sebagai moderator, yang menekankan pentingnya kolaborasi multidisiplin dan pemanfaatan data registry untuk peningkatan mutu layanan kesehatan dan inovasi penelitian. Acara terbuka untuk dosen, peneliti, dokter spesialis, residen, dan mahasiswa dari berbagai institusi.

Dalam sesi pertama, dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc, Ph.D, Sp.A(K) dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak memaparkan perkembangan terkini dalam diagnosis dan tatalaksana epilepsi pada anak. Beliau menyoroti pendekatan personalisasi terapi berdasarkan genetik dan fenotipe klinis, serta pentingnya pemantauan jangka panjang untuk mengoptimalkan luaran neurologis dan kualitas hidup pasien anak. Diskusi juga menyentuh aspek pencegahan, deteksi dini, dan peran keluarga dalam penanganan epilepsi pediatrik. Sesi ini memperkaya wawasan peserta mengenai integrasi neurologi dan pediatri dalam menangani penyakit saraf kompleks sejak dini.

Sesi kedua menghadirkan Dr. dr. Abdul Gofir, M.Sc., Sp.N., Subsp.NIOO(K) yang memperkenalkan Stroke Registry RSUP Dr. Sardjito sebagai fondasi penelitian berbasis real-world data. Berdasarkan materi yang dipaparkan, registry stroke ini telah berkembang dari sistem berbasis kertas (2020) hingga menjadi database elektronik berbasis REDCap yang memungkinkan kolaborasi multisektor. Registry ini mengumpulkan data standar pada saat masuk dan keluar rumah sakit untuk semua subtipe stroke, dengan total lebih dari 2.200 pasien terdaftar hingga November 2025.

Dr. Gofir menjelaskan bahwa registry tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantauan kualitas pelayanan stroke, tetapi juga sebagai infrastruktur penelitian untuk studi observasional maupun uji klinis berbasis registry. Data yang terkumpul telah mendukung berbagai publikasi nasional dan internasional, serta presentasi dalam pertemuan ilmiah. Melalui prosedur akses data yang terstruktur dan beretika, registry ini menjaga privasi pasien sekaligus memfasilitasi penelitian kolaboratif yang berdampak pada peningkatan luaran stroke.

Dengan meningkatkan kapasitas klinisi dan peneliti dalam penanganan epilepsi anak dan pemanfaatan registri stroke, acara ini mendukung upaya mengurangi beban penyakit tidak menular, meningkatkan kualitas layanan kesehatan, dan mendukung penelitian untuk terapi yang lebih efektif. Tak lepas, webinar ini menjadi bagian dari pendidikan berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, memastikan bahwa pengetahuan terkini dapat diakses dan diterapkan dalam praktik klinis dan penelitian. Selain itu, kolaborasi antara Departemen Neurologi dan Ilmu Kesehatan Anak, serta penggunaan platform teknologi seperti REDCap dan CRISPY Sardjito, mencerminkan kemitraan yang kuat antar disiplin dan sektor untuk mendukung penelitian berbasis data dan inovasi kesehatan.

Penyelenggaraan Webinar CRISPY Sardjito Series 3 mencerminkan kontribusi nyata RSUP Dr. Sardjito dan Departemen Neurologi FK-KMK UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya melalui penguatan layanan kesehatan berbasis bukti dan pendidikan kedokteran berkelanjutan.

SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik (Good Health and Well-Being)
Kegiatan ini sejalan dengan Target 3.4, yaitu menurunkan beban penyakit tidak menular melalui peningkatan kualitas pencegahan, diagnosis, dan tata laksana. Pembaruan pengetahuan mengenai pemanfaatan stroke registry sebagai basis penelitian mendukung upaya peningkatan mutu layanan, keselamatan pasien, serta perbaikan luaran klinis berbasis data nyata (real-world evidence).

SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Webinar ini merupakan wujud pendidikan kedokteran berkelanjutan (continuing medical education) yang mendukung Target 4.3 dan 4.4. Akses terbuka bagi dosen, klinisi, residen, dan mahasiswa memungkinkan pemerataan pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus memperkuat kompetensi akademik dan klinis tenaga kesehatan di berbagai jenjang.

SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (Industry, Innovation, and Infrastructure)
Pengembangan Stroke Registry RSUP Dr. Sardjito berbasis REDCap menjadi contoh penguatan infrastruktur riset kesehatan yang berkelanjutan. Registry ini mendukung inovasi penelitian, peningkatan kualitas layanan stroke, serta pengambilan keputusan klinis dan kebijakan berbasis data.

SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)
Melalui format daring dan diseminasi pengetahuan berbasis bukti, webinar ini berkontribusi pada Target 10.2 dengan memperluas akses pembelajaran dan informasi klinis bagi tenaga kesehatan dari berbagai wilayah. Pemanfaatan registry juga membuka peluang kolaborasi riset yang lebih inklusif dan setara, sehingga membantu mengurangi kesenjangan kualitas layanan kesehatan antar fasilitas.

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Kolaborasi lintas departemen, penggunaan platform CRISPY, serta integrasi teknologi informasi kesehatan mencerminkan kemitraan multipihak yang sejalan dengan Target 17.16 dan 17.17. Sinergi ini memperkuat ekosistem riset dan pendidikan klinis yang berorientasi pada dampak jangka panjang.

 

Penulis: Halwan Fuad Bayuangga

Editor: Bardatin Lutfi Aifa