Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional 2025, RS Sardjito menyelenggarakan Webinar Hari Stroke Sedunia 2025 dengan tema “Every Minute Counts: Tatalaksana Cepat dan Tepat pada Kasus Stroke”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 3 Desember 2025 dan diikuti oleh tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia. Webinar ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman klinisi terhadap tata laksana stroke iskemik yang cepat, tepat, dan berbasis bukti ilmiah terkini, seiring dengan perkembangan pesat ilmu dan teknologi di bidang neurologi.
Webinar menghadirkan dua pakar neurologi dari Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) dan RS Sardjito yang membahas aspek krusial dalam penanganan stroke akut. Dr. dr. Abdul Gofir, M.Sc., Sp.N.Subsp. NIOO(K) menyampaikan materi berjudul “Aksi Cepat Selamatkan Otak: Tatalaksana Terkini Stroke Iskemik”. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya intervensi cepat pada golden period untuk mencegah kerusakan jaringan otak yang irreversibel. Prinsip “time is brain” menjadi landasan utama diskusi, yang dilengkapi dengan pembahasan algoritme keputusan klinis terbaru, optimalisasi penilaian awal di instalasi gawat darurat, serta pembaruan rekomendasi terapi reperfusi, termasuk penggunaan trombolisis dengan dosis yang tepat dan pemilihan kandidat yang aman.

Sementara itu, dr. Rakhian Listyawan, Sp.N., FINA membawakan materi “Peran Terapi Endovaskular dalam Tatalaksana Stroke Iskemik”. Materi ini mengulas perkembangan mutakhir intervensi endovaskular, khususnya mechanical thrombectomy pada kasus large vessel occlusion. Pembahasan mencakup kriteria seleksi pasien, perluasan window time berbasis pencitraan neurovaskular, tantangan implementasi di rumah sakit rujukan, serta bukti klinis mengenai peningkatan angka kesintasan dan luaran fungsional pasien. Diskusi dipandu secara interaktif oleh dr. Anggi Pratiwi, residen Departemen Neurologi FK-KMK UGM, yang mendorong partisipasi aktif peserta.
Pelaksanaan Webinar Hari Stroke Sedunia 2025 tersebut merupakan wujud kontribusi nyata institusi layanan dan pendidikan kesehatan dalam mendukung pencapaian agenda global Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan dalam tatalaksana stroke iskemik akut yang cepat, tepat, dan berbasis bukti ilmiah, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan pengetahuan klinis, tetapi juga berkontribusi pada penguatan sistem layanan stroke yang lebih tangguh, merata, dan berkeadilan di Indonesia.
- SDG 3: Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik (Good Health and Well-Being)
Kontribusi utama webinar ini selaras dengan Target 3.4, yaitu menurunkan angka kematian prematur akibat penyakit tidak menular, khususnya stroke sebagai salah satu penyebab kematian dan disabilitas tertinggi. Melalui pembahasan tatalaksana stroke iskemik akut, mulai dari optimalisasi penanganan di fase gawat darurat hingga terapi reperfusi dan endovaskular, kegiatan ini mendorong peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan layanan yang cepat dan efektif. Diseminasi prinsip “time is brain” secara luas juga berperan dalam meningkatkan keselamatan pasien dan memperbaiki luaran klinis stroke. - SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)
Webinar ini mencerminkan dukungan terhadap Target 4.3 dan 4.4 melalui penyelenggaraan pendidikan kedokteran berkelanjutan (continuing medical education) yang inklusif dan berbasis bukti ilmiah terbaru. Format daring memungkinkan tenaga kesehatan dari berbagai wilayah untuk mengakses pembaruan ilmu secara setara, memperkuat kompetensi klinis dalam penanganan kegawatdaruratan neurologis, serta mendorong pembelajaran berkelanjutan yang relevan dengan perkembangan ilmu neurologi modern. - SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan (Reduced Inequalities)
Dengan memanfaatkan platform digital, webinar ini mendukung Target 10.2 melalui perluasan akses terhadap pengetahuan dan praktik klinis terkini tanpa dibatasi oleh jarak geografis. Transfer ilmu dari pusat layanan rujukan nasional kepada tenaga kesehatan di daerah diharapkan dapat memperkecil kesenjangan kualitas pelayanan stroke antar wilayah, sekaligus mendorong standardisasi tata laksana stroke secara nasional. - SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)
Penyelenggaraan Webinar Hari Stroke Sedunia 2025 mencerminkan implementasi Target 17.16 dan 17.17 melalui penguatan kemitraan antara rumah sakit rujukan nasional, institusi akademik, dan tenaga kesehatan di berbagai daerah. Kolaborasi multidisiplin dan multiprofesi ini menjadi pondasi penting dalam membangun jejaring layanan stroke yang terintegrasi, mempercepat diseminasi ilmu, serta memastikan pemanfaatan sumber daya dan keahlian secara optimal demi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Sebagai pusat rujukan nasional dan institusi akademik terkemuka, RS Sardjito bersama Departemen Neurologi FK-KMK UGM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas penanganan stroke melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, diseminasi ilmu berbasis bukti, dan pengembangan jejaring layanan yang berkesinambungan. Webinar Hari Stroke Sedunia 2025 ini menjadi salah satu upaya strategis untuk memastikan bahwa prinsip “every minute counts” tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi juga diimplementasikan secara nyata dalam praktik klinis sehari-hari di berbagai tingkat layanan kesehatan. Melalui sinergi antara pendidikan, pelayanan, dan kolaborasi lintas institusi, kegiatan ini diharapkan berkontribusi pada penurunan beban stroke nasional serta terwujudnya sistem layanan stroke yang lebih cepat, tepat, merata, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Penulis: Natasha Yang
Editor: Bardatin Lutfi Aifa
Dokumentasi: RS Sardjito