+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Tingkatkan Pencegahan Demensia Sejak Dini melalui Intervensi Biologis, Psikologis, dan Sosial

Yogyakarta, Rabu, 25 Februari 2026 — Di tengah meningkatnya beban demensia di Indonesia dan dunia, pendekatan pencegahan berbasis modifiable risk factors atau faktor risiko yang dapat diubah semakin mendapat perhatian. Isu ini menjadi fokus kuliah umum yang disampaikan oleh Profesor Myrra Vernooij-Dassen dari Radboud University Nijmegen Medical Centre dalam forum ilmiah di Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini tidak hanya memperkaya khasanah akademik, tetapi juga sejalan dengan komitmen global dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya upaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan populasi usia lanjut.

Seiring pertambahan usia penduduk, demensia menjadi tantangan kesehatan global yang semakin mendesak. Organisasi Kesehatan Dunia menyebutkan bahwa lebih dari sepertiga kasus demensia berpotensi dicegah atau ditunda melalui pengendalian faktor risiko tertentu. Dalam konteks ini, pendekatan pencegahan yang menargetkan hipertensi, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, merokok, gangguan tidur, hingga isolasi sosial merupakan bagian dari penguatan SDG 3: Good Health and Well-Being, terutama target 3.4 yang menekankan pengurangan dampak penyakit tidak menular melalui pencegahan dan promosi kesehatan mental.

Dalam paparannya, Prof. Myrra menekankan bahwa intervensi harus dimulai sebelum gejala klinis muncul. Ia menggarisbawahi tiga ranah utama: intervensi biologis melalui pengendalian komorbiditas; pendekatan psikologis dan gaya hidup melalui aktivitas fisik, diet seimbang, dan manajemen stres; serta intervensi sosial dengan memperkuat jejaring dan partisipasi komunitas. Strategi multidimensional ini menunjukkan bahwa pencegahan demensia bukan semata urusan farmakologis, melainkan transformasi paradigma layanan kesehatan menuju promotif dan preventif.

Dalam forum yang sama, dr. Amelia Nur Vidyanti, Sp.N, Subsp.NGD(K), Ph.D dari Departemen Neurologi FKKMK UGM – RSUP Dr. Sardjito memaparkan hasil penelitiannya mengenai hubungan social strain dan perceived social support dengan status kognitif serta gangguan perilaku pada pasien Poli Memori RSUP Dr Sardjito. Penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara dimensi social health dengan fungsi kognitif dan gejala perilaku. Pasien dengan tekanan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki fungsi kognitif yang lebih rendah dan gangguan perilaku yang lebih nyata, sementara dukungan sosial yang baik berkorelasi dengan kondisi yang lebih stabil. Temuan ini memperkuat relevansi intervensi sosial sebagai bagian dari praktik klinis, sekaligus mendukung pendekatan pencegahan yang lebih komprehensif.

Konsep Domains of Social Health yang dipopulerkan oleh Machteld Huber dan dikembangkan dalam konteks demensia turut dibahas dalam diskusi. Domain seperti kapasitas, otonomi, partisipasi sosial, jaringan sosial, fungsi sosial, dan penilaian diri menegaskan bahwa kesehatan lansia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan sosialnya. Penekanan pada determinan sosial ini juga berkaitan dengan SDG 10: Reduced Inequalities, karena demensia kerap memperburuk ketimpangan pada kelompok lansia dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan dukungan komunitas. Intervensi berbasis komunitas yang sederhana dan terjangkau dapat menjadi langkah konkret untuk mengurangi kesenjangan tersebut.

Kehadiran pakar internasional dalam forum akademik ini sekaligus memperkuat SDG 4: Quality Education. Transfer pengetahuan berbasis riset global ke dalam konteks lokal Indonesia memperkaya kapasitas mahasiswa, residen, dan tenaga kesehatan dalam memahami demensia secara multidimensional. Pendidikan tidak lagi terbatas pada terapi obat, tetapi juga mencakup strategi sosial dan preventif berbasis komunitas. Dengan demikian, pembelajaran sepanjang hayat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem kesehatan yang adaptif terhadap tantangan penuaan populasi.

Kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada dan RSUP Dr. Sardjito dengan institusi internasional, Radboud University Nijmegen Medical Centre, mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals. Pertukaran pengetahuan lintas negara membuka peluang riset kolaboratif, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta perumusan kebijakan yang lebih komprehensif dalam pencegahan dan manajemen demensia.

Melalui integrasi pendekatan biologis, psikologis, dan sosial, forum ini menegaskan bahwa pencegahan demensia bukan hanya isu medis, melainkan juga isu pendidikan, kesetaraan, dan kemitraan global. Upaya tersebut sejalan dengan semangat SDGs yang menempatkan kesehatan dan kesejahteraan sebagai fondasi pembangunan masyarakat yang lebih sehat dan produktif di masa depan.

 

Penulis             : Zulfa Faiqoh

Editor              : Distya Nugrahening Pradhani

Dokumentasi   : Galih Arya Wijaya, Adam Izza Fahrian