+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Kompetisi Poster PIR Joglosemarmas XXXVI 2026

FK-KMK UGM. Ahmad Fathoni, residen Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), meraih Juara III Kompetisi Poster dalam rangkaian Pertemuan Ilmiah Regional (PIR) JOGLOSEMARMAS XXXVI in conjunction with BRAIN III yang diselenggarakan pada 27–30 Agustus 2026 di Java Heritage Hotel, Purwokerto.

Dalam kompetisi tersebut, Ahmad mempresentasikan karya bertajuk “A Bleeding Brain that Needed Heparin: Successful Management of Extensive Cerebral Venous Sinus Thrombosis with Hemorrhagic Venous Infarction.” Poster tersebut mengangkat tata laksana kasus cerebral venous sinus thrombosis (CVST) luas yang disertai infark vena hemoragik.

Kasus tersebut menggambarkan salah satu tantangan dalam praktik neurologi ketika trombosis vena serebral terjadi bersamaan dengan perdarahan intrakranial. Kondisi ini menuntut kemampuan untuk mengintegrasikan temuan klinis dan penunjang sekaligus mengambil keputusan terapi berdasarkan bukti ilmiah. Melalui presentasi kasus tersebut, peserta diajak melihat bagaimana penalaran klinis dan prinsip evidence-based medicine diterapkan dalam menghadapi kasus neurologi yang kompleks.

Kompetisi poster menjadi salah satu bagian dari PIR JOGLOSEMARMAS XXXVI yang tahun ini mengusung tema “Recharging Knowledge for Better Neurology Management in the Future”. Forum tersebut memberikan ruang bagi residen dan peneliti muda untuk mempresentasikan penelitian maupun laporan kasus, mendiskusikan temuan klinis, serta memperoleh masukan dari sejawat dan para ahli.

Sebanyak tujuh karya dipresentasikan dalam kompetisi dengan spektrum topik yang beragam, mulai dari penyakit serebrovaskular, infeksi sistem saraf pusat, epilepsi, hingga pemanfaatan machine learning dalam pencitraan neurologi. Keragaman tersebut memperlihatkan berkembangnya pendekatan dalam penelitian neurologi, termasuk integrasi pengalaman klinis dengan perkembangan teknologi.

Bagi residen, partisipasi dalam forum ilmiah merupakan bagian penting dari proses pendidikan dokter spesialis. Kemampuan klinis tidak hanya dibangun melalui pelayanan pasien, tetapi juga melalui keterampilan mengidentifikasi persoalan klinis, menelaah literatur, menyusun karya ilmiah, serta mengomunikasikan temuan kepada komunitas akademik.

Capaian Ahmad Fathoni sekaligus mencerminkan kontribusi Neurologi FK-KMK UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Pengembangan pengetahuan mengenai diagnosis dan tata laksana penyakit neurologis mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being) melalui upaya memperkuat pelayanan kesehatan yang berbasis bukti. Proses penelitian, presentasi ilmiah, dan pembelajaran berkelanjutan bagi residen sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya dalam penguatan kompetensi akademik dan profesional tenaga kesehatan.

Pertemuan ilmiah yang mempertemukan peserta dari berbagai pusat pendidikan neurologi juga membuka ruang pertukaran pengalaman dan pengembangan jejaring akademik. Kolaborasi tersebut mencerminkan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals), dengan memperkuat hubungan antarinstitusi dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan neurologi.

Prestasi Juara III yang diraih Ahmad Fathoni menjadi salah satu hasil dari proses pembelajaran tersebut. Lebih dari capaian dalam sebuah kompetisi, partisipasi residen Neurologi UGM dalam PIR JOGLOSEMARMAS XXXVI menunjukkan pentingnya budaya ilmiah dalam pendidikan dokter spesialis—agar pengalaman dari ruang klinis dapat dikaji, didiskusikan, dan dikembangkan menjadi pengetahuan yang pada akhirnya mendukung peningkatan kualitas pelayanan pasien.

 

Penulis: Halwan Fuad Bayuangga

Editor: Distya Nugrahening Pradhani

Dokumentasi: Ahmad Fathoni