+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

FK-KMK UGM Dorong Kesehatan Kerja Pengrajin Perak Kotagede melalui Program Jagadhita

Komitmen dalam meningkatkan derajat kesehatan serta keselamatan kerja pada sektor industri informal terus diwujudkan oleh Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM). Sebagai bagian dari implementasi pengabdian masyarakat yang mengedepankan kolaborasi multidisiplin, tim FK-KMK UGM menyelenggarakan program “Jagadhita : Edukasi dan Deteksi Dini Alergi Okupasional pada Masyarakat Industri Kerajinan perak Kotagede Berbasis Integrasi Kedokteran Multidisiplin”. Tujuan dari kegiatan ini yakni edukasi hingga pemeriksaan untuk deteksi dini alergi okupasional pada pengrajin perak kotagede.

Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (29/07/2026) di Balai RW 04, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta, berfokus pada upaya promotif dan preventif melalui peningkatan kesadaran serta perlindungan kesehatan kerja bagi para pengrajin perak sebagai bagian kelompok sektor industri informal yang berbasis kearifan lokal. Sebagai kawasan yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Mataram Islam pada abad ke-16, Kotagede hingga kini tetap eksis sebagai sentra kerajinan perak yang dijalankan melalui industri rumah tangga dan usaha mikro, kecil, dan menengah. Saat ini, sekitar 81 keluarga masih menggantungkan sumber penghidupannya pada sektor kerajinan tersebut.

Para pengrajin dihadapkan pada berbagai potensi bahaya kesehatan yang timbul akibat paparan lingkungan kerja dan aktivitas produksi yang dilakukan secara berulang. Sebagian besar keterampilan diperoleh melalui proses pembelajaran turun-temurun maupun secara mandiri, sehingga pemahaman mengenai risiko kesehatan akibat pajanan kerja, penerapan prinsip ergonomi, serta dampak jangka panjang terhadap kesehatan masih relatif terbatas. Kondisi ini menegaskan pentingnya edukasi dan upaya deteksi dini sebagai bagian dari strategi peningkatan kesehatan kerja di lingkungan industri kerajinan perak. Menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian masyarakat FK-KMK UGM hadir melalui pendekatan yang mengintegrasikan skrining multidisiplin, pemeriksaan fisik, hingga pembekalan upaya pencegahan mandiri di tingkat komunitas.

Dalam kesempatan ini, Dr. dr. Cempaka Thursina, Sp.N., Subsp.Ped(K) sebagai pemateri dari  Departemen Neurologi memberikan sosialisasi mengenai “Gangguan Otot dan Saraf Akibat Kerja pada Pengrajin Perak”. Beliau menyampaikan materi terkait keluhan neuromuskuloskeletal yang sering dijumpai pada pekerja industri kerajinan, seperti low back pain (nyeri punggung bawah), neck pain (nyeri leher), hingga carpal tunnel syndrome (CTS) akibat gerakan berulang dan posisi tubuh yang tidak tepat saat bekerja.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, pemeriksaan neurologis, dan konsultasi yang didampingi oleh Residen Neurologi FK-KMK UGM. Para pengrajin juga mendapatkan panduan latihan sederhana yang dapat dipraktikkan di tempat kerja.

Program Jagadhita merupakan bentuk nyata implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup pekerja industri. Program ini berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-Being) dengan memperkuat upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan fisik pekerja industri kerajinan melalui edukasi, aktivitas fisik, dan pemeriksaan berbasis komunitas. Program ini juga mendukung SDG 10 (Reduced Inequalities) karena memperluas akses pengetahuan dan pendampingan bagi pekerja industri kerajinan, termasuk mereka yang tinggal di komunitas dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Selain itu, kolaborasi multidisiplin dan masyarakat mencerminkan implementasi SDG 17 (Partnerships for the Goals), yaitu membangun kemitraan lintas sektor untuk menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, tim pengabdi bersama kader kesehatan setempat akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap penerapan praktik keselamatan kerja serta proses rujukan bagi pengrajin yang memerlukan penanganan lebih lanjut akibat dugaan alergi kerja. Keberlanjutan Program Jagadhita diharapkan dapat memperkuat perlindungan kesehatan para pengrajin sekaligus menjaga keberlangsungan industri kerajinan perak sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.

Penulis: Febrina Citra Ayu Kusuma

Editor: Bardatin Lutfi Aifa

Dokumentasi: Tim Jagadhita

Jagadhita
Jagadhita : Edukasi dan Deteksi Dini Alergi Okupasional pada Masyarakat Industri Kerajinan perak Kotagede Berbasis Integrasi Kedokteran Multidisiplin
Click Here
Jagadhita
Jagadhita : Edukasi dan Deteksi Dini Alergi Okupasional pada Masyarakat Industri Kerajinan perak Kotagede Berbasis Integrasi Kedokteran Multidisiplin
Click Here
Jagadhita
Jagadhita : Edukasi dan Deteksi Dini Alergi Okupasional pada Masyarakat Industri Kerajinan perak Kotagede Berbasis Integrasi Kedokteran Multidisiplin
Click Here
Jagadhita
Jagadhita : Edukasi dan Deteksi Dini Alergi Okupasional pada Masyarakat Industri Kerajinan perak Kotagede Berbasis Integrasi Kedokteran Multidisiplin
Click Here
Jagadhita
Jagadhita : Edukasi dan Deteksi Dini Alergi Okupasional pada Masyarakat Industri Kerajinan perak Kotagede Berbasis Integrasi Kedokteran Multidisiplin
Click Here