FK-KMK UGM. Program Studi Neurologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menerima dua mahasiswa internasional untuk mengikuti program elektif di Divisi Neurobehavior pada 3–8 Agustus 2026. Keduanya adalah Nauval Wahyu dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia, dan Sarah Fortmüller dari Medizinische Universität Graz, Austria.
Selama satu pekan, kedua mahasiswa mengikuti berbagai kegiatan pendidikan dan pelayanan klinis di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, khususnya di Poli Memori sesuai minat dari kedua mahasiswa tersebut yaitu neurocognitive. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung mengenai pendekatan klinis terhadap gangguan neurobehavior dan kognitif melalui observasi serta keterlibatan dalam aktivitas akademik bersama staf pengajar dan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Neurologi FK-KMK UGM.
Dalam pelaksanaannya, Nauval dan Sarah mengikuti visite pasien bangsal neurologi, pelayanan di Poli Memori, serta forum ilmiah bersama residen Neurologi. Melalui pembelajaran berbasis kasus tersebut, keduanya berkesempatan mengamati proses evaluasi, diagnosis, dan tata laksana pasien dengan gangguan memori dan fungsi kognitif, sekaligus berdiskusi mengenai praktik klinis serta sistem pendidikan neurologi di Indonesia.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan staf Divisi Neurobehavior, yaitu Dr. dr. Astuti, Sp.N., Subsp.NGD(K), Dr. dr. Abdul Gofir, M.Sc., Sp.N., Subsp.NIOO(K), dr. Amelia Nur Vidyanti, Ph.D., Sp.N., Subsp.NGD(K), dan dr. Distya Nugrahening Pradhani, Sp.N. Selain itu, Sarah dan Nauval juga mengikuti kegiatan bangsal neurologi bersama dr. Desin Pambudi Sejahtera, Sp.N, Subsp.ENK(K). Interaksi dengan staf pengajar dan residen memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya mempelajari aspek klinis, tetapi juga bertukar perspektif mengenai pendidikan dan pelayanan neurologi di negara masing-masing.
Nauval mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam berbagai aktivitas klinis memberikan pengalaman belajar yang berharga selama menjalani program elektif.
“It was a valuable opportunity to observe how the Neurobehavior team approaches patients with cognitive disorders. I especially appreciated being involved in the memory clinic, ward rounds, and resident discussions. Everyone was welcoming, and I learned a lot from both the consultants and residents during this short attachment,” ungkap Nauval.
Menurutnya, pengalaman tersebut memperdalam pemahaman mengenai pelayanan pasien dengan gangguan kognitif sekaligus memperkaya wawasan klinis melalui interaksi langsung dengan staf pengajar dan residen. Sementara itu, Sarah juga memperoleh perspektif baru mengenai praktik pelayanan neurologi dan budaya pembelajaran kedokteran di Indonesia. Pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana pelayanan dan pendidikan neurologi diterapkan dalam konteks sistem kesehatan yang berbeda.
Lebih dari sekadar kegiatan observasi klinis, program elektif ini menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan, pengalaman, dan budaya akademik antara mahasiswa internasional dengan sivitas akademika Neurologi FK-KMK UGM. Interaksi lintas negara tersebut diharapkan dapat memperluas perspektif peserta mengenai praktik neurologi sekaligus membuka peluang penguatan jejaring akademik internasional dalam bidang pendidikan dan penelitian.
Kegiatan ini sekaligus mencerminkan kontribusi FK-KMK UGM terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Peningkatan kapasitas calon tenaga kesehatan melalui pengalaman klinis di bidang neurologi mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Penyelenggaraan pembelajaran klinis yang kolaboratif dan memberikan ruang pertukaran pengetahuan lintas negara sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education). Sementara itu, keterlibatan mahasiswa dari Universiti Kebangsaan Malaysia dan Medizinische Universität Graz mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring akademik dan kolaborasi internasional dalam pendidikan kedokteran.
Melalui program elektif internasional ini, Program Studi Neurologi FK-KMK UGM terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, kolaboratif, dan berorientasi global. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring internasional sekaligus memperkaya pengalaman belajar bagi mahasiswa, residen, dan sivitas akademika.
Penulis: Natasha Yang
Dokumentasi: Distya Nugrahening Pradhani
Editor: Distya Nugrahening Pradhani