+62 274 543473 | 543472

KSM Saraf RSUP dr. Sardjito, Basement, Irna 1, Sleman, DI Yogyakarta

saraf.fk@ugm.ac.id

Memperkuat Respons Cepat Dan Tepat Terhadap Stroke Melalui Workshop Next Generation Code Stroke

Yogyakarta, 10 Juli 2026 – Stroke merupakan salah satu kondisi neurologis yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Data WHO tahun 2025 menyebutkan bahwa setiap tiga detik terdapat satu orang yang mengalami serangan stroke. Penyakit saraf menjadi penyebab kematian dan kecacatan nomor satu di dunia, dengan 21% di antaranya akibat serangan stroke. Kondisi ini tidak berubah secara signifikan sejak awal tahun 2000 hingga saat ini. Di Indonesia, stroke juga masih menjadi salah satu penyebab utama kematian. Data SKI Kementerian Kesehatan tahun 2023 menunjukkan bahwa 8 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita stroke. Besarnya beban stroke tersebut menuntut kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan yang cepat, terkoordinasi, dan sesuai standar. Menjawab kebutuhan tersebut, JogjaCLAN 2026 sebagai salah satu ruang diskusi ilmiah dari Departemen Neurologi FK-KMK UGM menghadirkan Workshop dengan tema Next Generation Code Stroke. Kegiatan ini memadukan sesi ilmiah dengan hands-on workshop, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pembaruan pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung berbagai tahapan penanganan stroke akut. Rangkaian kegiatan dibuka dengan sambutan dari Dr. dr. Abdul Gofir, Sp. N, Subsp. NIOO(K). Sesi ilmiah pertama disampaikan oleh Dr. dr. Paryono, Sp. N, Subsp. NIOO(K) dengan topik “Optimalisasi Protokol Reperfusi dan Alur Kerja Unit Stroke”. Melalui materi ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai bagaimana sebuah Unit Stroke dapat menjalankan protokol reperfusi secara optimal dan terkoordinasi. Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. dr. Ismail Setyopranoto, Sp.N, Subsp. NIOO(K) melalui materi Guideline Terapi Reperfusi Sesuai PERDOSNI 2025 dan AHA/ASA 2026”. Materi ini memberikan acuan bagi peserta dalam memahami terapi reperfusi berdasarkan pedoman evidence-based medicine terkini. Aspek farmakologi turut menjadi bagian penting dalam rangkaian pembelajaran. Prof. Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.N., M.Kes., membawakan materi “Farmakologi pada Kasus Stroke Sesuai dengan Obat Formularium dan Non-Formularium”. Pembahasan ini menekankan pentingnya penerapan best practice medicine yang tetap memperhatikan formularium nasional sebagai bagian dari upaya menjaga mutu pelayanan sekaligus mengendalikan biaya. Rangkaian materi kemudian berlanjut dengan pembahasan “Neuroimaging pada Kasus Stroke” oleh Dr. dr. Rivan Danuaji, M.Kes., Sp.N., Subsp. NIOO (K), FAAN. Pemahaman terhadap neuroimaging menjadi bagian penting dalam menentukan strategi penanganan pasien stroke secara tepat. Sementara itu, Dr. dr. Abdul Gofir, Sp. N, Subsp. NIOO(K) membawakan materi Code Stroke – Manajemen Terapi Trombolisis pada Stroke Iskemik Akut” sebagai salah satu materi inti yang menjadi pengantar menuju sesi praktik. Peserta tampak antusias mengikuti pembahasan mengenai langkah-langkah ideal dalam menjalankan protokol trombolisis pada stroke iskemik akut. Salah satu peserta menyampaikan bahwa sesi lecture memberikan mind mapping yang membantu mempersiapkan diri untuk mengikuti hands-on workshop yang telah dinantikan. Pembahasan mengenai penanganan stroke akut kemudian berlanjut ke bidang neurointervensi. dr. Rakhian Listyawan, Sp. N, FINA menyampaikan materi “Neurointervensi pada Stroke Akut”. Peserta mendapatkan kesempatan untuk menggali lebih dalam mengenai perkembangan neurointervensi sekaligus memahami perannya dalam penanganan stroke akut. Materi “Trombektomi Mekanik pada Stroke Iskemik Akut” yang dibawakan oleh dr. Tommy Rachmat Setyawan, Sp.N, Subsp. NIOO (K), FINS, FINA melengkapi pembahasan bidang neurointervensi. Sesi ini sekaligus menjadi jembatan menuju rangkaian hands-on workshop yang berlangsung pada pukul 13.30–15.00 WIB setelah sesi istirahat siang. Belajar melalui Simulasi dan Praktik Langsung Pada sesi hands-on workshop, peserta dibagi ke dalam tiga station, yaitu Comprehensive Code Stroke Simulation yang dipandu oleh Dr. dr. Abdul Gofir, Sp. N, Subsp. NIOO(K); Flow Model Trombektomi” yang dipandu oleh dr. Rakhian Listyawan, Sp.N., FINA; serta “Neuroimaging (CT Scan Kontras & Non-Kontras, CTA, CT Perfusi, ASPECT Score)” yang dipandu oleh Dr. dr. Rivan Danuaji, M.Kes., Sp. N., Subsp. NIOO (K), FAAN. Ketiga station tersebut menjadi satu kesatuan dalam konsep Next Generation Code Stroke, mulai dari aktivasi Code Stroke ketika pasien datang, pemilihan modalitas neuroimaging sesuai indikasi, hingga tindakan neurointervensi definitif berupa trombektomi. Melalui metode pembelajaran berbasis praktik ini, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam simulasi kasus stroke, membaca modalitas penunjang neuroimaging, serta melakukan hands-on pada flow model tindakan trombektomi. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama sesi lecture dengan situasi klinis yang dihadapi dalam praktik. Format pembelajaran yang memadukan pengetahuan dan keterampilan ini menjadi salah satu bagian penting dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Upaya tersebut sejalan dengan SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pembelajaran berkelanjutan bagi tenaga kesehatan, sekaligus mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui peningkatan mutu pelayanan stroke. Sebagai bagian dari quality control dan evaluasi pembelajaran, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi pre-test, post-test, serta feedback dari peserta. Salah satu peserta menyampaikan bahwa workshop kali ini telah memenuhi ekspektasinya dalam meningkatkan knowledge dan skills terkait Code Stroke. Pada akhirnya, workshop ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan selama kegiatan berlangsung. Peserta diharapkan mampu membawa dan mengaplikasikan sistem Next Generation Code Stroke secara cepat, presisi, dan terstandar di fasilitas kesehatan masing-masing. Dengan semakin siapnya tenaga kesehatan dan sistem penanganan stroke yang terstruktur, upaya memberikan pelayanan yang lebih cepat dan tepat dapat terus diperkuat demi menurunkan angka mortalitas dan morbiditas akibat stroke di Indonesia. Penulis: Sofian Palupi Editor: Bardatin Lutfi Aifa Dokumentasi: Panitia JogjaClan 2026
Click Here
Click Here
Click Here
Click Here