Yogyakarta, 27 September 2026 – Demensia merupakan penyakit neurodegeneratif kronis yang semakin menjadi beban kesehatan nasional. World Alzheimer Report 2019 memperkirakan sekitar 1,8 juta orang di Indonesia hidup dengan demensia, dan angka ini diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya populasi lanjut usia. Demensia tidak hanya dipengaruhi faktor biomolekuler, tetapi juga oleh social health, yaitu kemampuan berinteraksi secara efektif dengan orang lain dan terlibat dalam kelompok sosial. Salah satu domain penting dalam social health adalah jaringan sosial. Berbagai studi menunjukkan bahwa jaringan sosial yang kuat berperan sebagai faktor protektif terhadap penurunan kognitif, memperlambat deteriorasi kognitif, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan memperbaiki strategi koping pada penyandang demensia. Namun, instrumen yang secara khusus tervalidasi untuk mengukur jaringan sosial pada populasi demensia di Indonesia masih terbatas. Social Network Index (SNI) yang dikembangkan Cohen pada 1997 merupakan kuesioner subjektif yang menilai frekuensi kontak dengan orang terdekat, kedekatan hubungan, serta keragaman peran sosial. Instrumen ini terdiri dari 12 item dan telah digunakan luas, tetapi belum divalidasi untuk penyandang demensia di Indonesia.
Terkait hal tersebut, tim peneliti dari Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada telah melakukan adaptasi lintas budaya dan validasi Social Network Index (SNI) Cohen untuk populasi penyandang demensia di Indonesia. Studi ini dipublikasikan di jurnal Alzheimer Disease & Associated Disorders (2025;39:283–287) dan menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs) WHO, khususnya di bidang kesehatan dan kesejahteraan. Penelitian cross-sectional ini dilakukan di Memory Clinic RS Dr. Sardjito, Yogyakarta, antara November 2020 dan Januari 2021. Sebanyak 56 partisipan dengan demensia ringan hingga sedang dilibatkan. Proses adaptasi lintas budaya dilakukan mengikuti pedoman internasional dan WHO, meliputi terjemahan maju, telaah panel ahli, terjemahan balik, telaah komite ahli, uji coba awal pada 20 partisipan, serta revisi akhir. Validitas konstruk diuji menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dalam kerangka Structural Equation Modeling (SEM) dengan LAVAAN R. Reliabilitas dinilai melalui Composite Reliability (CR) dan Average Variance Extracted (AVE).
Versi modifikasi SNI dalam Bahasa Indonesia, yang diberi nama m-SNI-INA, terdiri dari 10 item. Dua item dikeluarkan dari analisis: item 8 tentang keikutsertaan dalam kelas formal/informal dikeluarkan karena nilai factor loading di bawah 0,5; sedangkan item 11 tentang kerja sukarela rutin dikeluarkan karena menunjukkan matrix singularity atau redundansi dengan item lain. Model akhir menunjukkan kesesuaian yang sangat baik: GFI = 0,958; AGFI = 0,934; CFI = 1,000; dan RMSEA = 0,000. Seluruh factor loading berada di atas 0,5. Reliabilitas instrumen juga tinggi dengan CR = 0,91 dan AVE = 0,53. Dengan demikian, m-SNI-INA terbukti valid dan reliabel untuk mengukur jaringan sosial pada penyandang demensia ringan hingga sedang di Indonesia.
Penelitian ini merupakan studi pertama yang memvalidasi SNI secara khusus pada populasi demensia, sekaligus eksplorasi pertama mengenai jaringan sosial sebagai domain social health pada penyandang demensia di Indonesia. Instrumen m-SNI-INA dapat digunakan oleh klinisi dan peneliti untuk menilai jaringan sosial pasien, merancang intervensi dukungan sosial, serta mengembangkan program komunitas yang lebih tepat sasaran. Validasi ini juga relevan dengan karakter budaya kolektivistik Indonesia, di mana dukungan keluarga dan komunitas memegang peranan penting dalam perawatan demensia. Dengan instrumen yang tervalidasi, intervensi sosial diharapkan dapat memperlambat penurunan kognitif dan meningkatkan kualitas hidup penyandang demensia beserta keluarganya.
Publikasi ini memperkuat peran Departemen Neurologi FKKMK UGM dalam riset demensia dan social health, sekaligus mendukung agenda WHO Global Action Plan on Dementia. Ke depan, m-SNI-INA diharapkan dapat digunakan secara lebih luas dalam penelitian dan praktik klinis untuk meningkatkan kesejahteraan penyandang demensia di Indonesia.
Sumber:
Alzheimer Dis Assoc Disord 2025;39:283–287.
DOI/tautan: 10.1097/WAD.0000000000000699
Penulis: Halwan Fuad Bayuangga
Editor: Alfian Rismawan
Dokumentasi: Halwan Fuad Bayuangga